1. Perbaikan Pada Diri Sendiri
Kita hanya mencari-cari alasan untuk memahami mengapa hubungan-hubungan yang lalu selalu gagal, tanpa tahu apa alasan dasarnya. Jika kita mengatakan itu kesalahan si pria, dan pria itu pun akan berpendapat sebaliknya, itu kesalahan dirimu. Mengapa kamu tidak introspeksi, bekerja sendiri untuk mengambil tindakan perbaikan? Tidak ada gunanya menuding orang lain sebagai sumber kegagalan. Lebih baik manfaatkan waktu untuk sesuatu yang berguna, yaitu perbaikan diri. Tentu tidak ada wanita yang sempurna, maka tidak ada salahnya perbaiki dirimu agar mendekati ke arah sana.
Kita hanya mencari-cari alasan untuk memahami mengapa hubungan-hubungan yang lalu selalu gagal, tanpa tahu apa alasan dasarnya. Jika kita mengatakan itu kesalahan si pria, dan pria itu pun akan berpendapat sebaliknya, itu kesalahan dirimu. Mengapa kamu tidak introspeksi, bekerja sendiri untuk mengambil tindakan perbaikan? Tidak ada gunanya menuding orang lain sebagai sumber kegagalan. Lebih baik manfaatkan waktu untuk sesuatu yang berguna, yaitu perbaikan diri. Tentu tidak ada wanita yang sempurna, maka tidak ada salahnya perbaiki dirimu agar mendekati ke arah sana.
2. Jadilah Cermin Bagi Diri Sendiri
Jadilah cermin dan tetap objektif terhadap diri sendiri. Memang bukan pekerjaan mudah. Untuk memiliki pendapat objektif mengenai diri sendiri. Siapkan bukti, kejujuran, dan kritik tulus. Dengan mengamati kehidupan sehari-hari kamu dapat melakukan penilaian, apa yang kurang dan apa nilai positifnya, apa yang kamu amati. Sekarang terapkan metode itu untuk
melihat diri sendiri. Lihatlah diri sendiri. apa kelebihan-kelebihan kita, apa kekurangan-kekurangan kita. Tentu saja jangan melupakan sisi paling berharga, yaitu sisi yang menarik lawan jenis, autentik, dan alami yang kamu miliki. Sehingga, kamu bisa mengembangkan sisi kelebihan itu. Secara fisik, atasi hal-hal dasar yang dapat membuat berantakan, bahkan membunuh pertemuan pertama kali. Sebagai contoh, bau napas yang tidak sedap, gigi yang rusak, bau keringat, mimik muka, bulu yang berlebihan (misal bulu di tangan, bulu ketiak, dandan yang berlebihan, bedak yang terlalu tebal, bekas bedak yang tertempel di kerah baju atau depan t-shirt, lipstik yang menempel di gigi atau yang keluar dari kontur bibir, kulit bibir yang mengelupas meskipun memakai lipstik, dandanan rambut yang terlupakan, rambut berantakan, rambut berminyak, ketombe, kuku-kuku yang bekas gigitan, kuku yang ada bekas kutek lamanya terkelupas, tangan kasar atau ada benjolan dan kapalan di tangan, telinga tidak bersih, dan lain-lain). Rawatlah dirimu, yakinkan 100% hal—hal di atas bukan deskripsi tentang dirimu dan tidak mungkin akan terjadi denganmu.
Jadilah cermin dan tetap objektif terhadap diri sendiri. Memang bukan pekerjaan mudah. Untuk memiliki pendapat objektif mengenai diri sendiri. Siapkan bukti, kejujuran, dan kritik tulus. Dengan mengamati kehidupan sehari-hari kamu dapat melakukan penilaian, apa yang kurang dan apa nilai positifnya, apa yang kamu amati. Sekarang terapkan metode itu untuk
melihat diri sendiri. Lihatlah diri sendiri. apa kelebihan-kelebihan kita, apa kekurangan-kekurangan kita. Tentu saja jangan melupakan sisi paling berharga, yaitu sisi yang menarik lawan jenis, autentik, dan alami yang kamu miliki. Sehingga, kamu bisa mengembangkan sisi kelebihan itu. Secara fisik, atasi hal-hal dasar yang dapat membuat berantakan, bahkan membunuh pertemuan pertama kali. Sebagai contoh, bau napas yang tidak sedap, gigi yang rusak, bau keringat, mimik muka, bulu yang berlebihan (misal bulu di tangan, bulu ketiak, dandan yang berlebihan, bedak yang terlalu tebal, bekas bedak yang tertempel di kerah baju atau depan t-shirt, lipstik yang menempel di gigi atau yang keluar dari kontur bibir, kulit bibir yang mengelupas meskipun memakai lipstik, dandanan rambut yang terlupakan, rambut berantakan, rambut berminyak, ketombe, kuku-kuku yang bekas gigitan, kuku yang ada bekas kutek lamanya terkelupas, tangan kasar atau ada benjolan dan kapalan di tangan, telinga tidak bersih, dan lain-lain). Rawatlah dirimu, yakinkan 100% hal—hal di atas bukan deskripsi tentang dirimu dan tidak mungkin akan terjadi denganmu.
Apakah memerhatikan semua itu termasuk superficial? Tentu tidak, kamu harus dapat membedakan antara bersih menarik dan superficial. Tentu saja kita dapat menarik dan tertarik kepada seseorang tanpa melihat sisi kecantikannya, tetapi usaha di atas itu merupakan hal minimal untuk tidak membuat jijik dan memberikan kesan pertama yang baik. Karena kesan pertama akan memberikan gambaran global kebiasaan, dan kepribadian kita secara keseluruhan kepada orang lain. Jika pria melihat kuku kita bekas gigitan dan bentuknya tidak teratur, ia akan dapat menebak kalau kita memiliki kebiasaan jelek dan jorok, suka menggigiti kuku; kalau lipstick menempel di gigi, menunjukkan kita wanita yang kurang bersih dan ceroboh.
3. Cermin Orang Lain: Minta Pendapat Teman-Teman Misalnya
Ketika kita merasa sudah pas dengan apa yang ada di dalam diri kita dan merasa nyaman, tetapi masih sering gagal dan kecewa ketika bertemu dengan pria yang kita harapkan. Maka proses selanjutnya adalah bercerminlah pada orang lain. Jadikan pengalaman orang lain yang sudah berhasil mendapatkan suami idaman sebagai pelajaran, mintalah mereka untuk berbagi ilmu. Manfaatkanlah hubungan tulus dengan teman untuk meminta pendapat dan koreksinya. Teman-teman dan keluarga dapat dijadikan penolong untuk memberikan penilaian, koreksi, dan saran. Yang jelas, kamu harus menerima kritik yang kamu tidak siap menerimanya. Bahkan, kadang kamu merasa tidak seperti apa yang dikatakannya dan tidak setuju dengan kritik dari mereka, seperti kritik penampilan dan kritik mengenai kelakuan dan etiket, bahkan saran supaya ke salon. Dari pendapat mereka, meskipun kamu merasa tidak seperti itu, terima sajalah. Gunakan pendapat dan koreksinya untuk menuju kamu yang lebih baik. Kadang mata orang lain lebih jeli. Biarkan mereka berbicara dan jangan menyela atau melakukan pembelaan. Jangan tanyakan kepada temanmu, “Apa dalam diri saya yang tidak menyenangkanmu dan saya harus mengubahnya?” Tetapi tanyakan, “Apa pendapatmu dalam kelakuan dan sikap saya yang dapat mematikan hubungan serius dengan pria (yang tidak menarik pria)?”
Ketika kita merasa sudah pas dengan apa yang ada di dalam diri kita dan merasa nyaman, tetapi masih sering gagal dan kecewa ketika bertemu dengan pria yang kita harapkan. Maka proses selanjutnya adalah bercerminlah pada orang lain. Jadikan pengalaman orang lain yang sudah berhasil mendapatkan suami idaman sebagai pelajaran, mintalah mereka untuk berbagi ilmu. Manfaatkanlah hubungan tulus dengan teman untuk meminta pendapat dan koreksinya. Teman-teman dan keluarga dapat dijadikan penolong untuk memberikan penilaian, koreksi, dan saran. Yang jelas, kamu harus menerima kritik yang kamu tidak siap menerimanya. Bahkan, kadang kamu merasa tidak seperti apa yang dikatakannya dan tidak setuju dengan kritik dari mereka, seperti kritik penampilan dan kritik mengenai kelakuan dan etiket, bahkan saran supaya ke salon. Dari pendapat mereka, meskipun kamu merasa tidak seperti itu, terima sajalah. Gunakan pendapat dan koreksinya untuk menuju kamu yang lebih baik. Kadang mata orang lain lebih jeli. Biarkan mereka berbicara dan jangan menyela atau melakukan pembelaan. Jangan tanyakan kepada temanmu, “Apa dalam diri saya yang tidak menyenangkanmu dan saya harus mengubahnya?” Tetapi tanyakan, “Apa pendapatmu dalam kelakuan dan sikap saya yang dapat mematikan hubungan serius dengan pria (yang tidak menarik pria)?”
4. Lakukan Relooking
Yang paling penting bukan mengubah secara radikal penampilanmu, tetapi menerima masukan dan nasihat seseorang yang memang ahli soal penampilan. Sesuatu yang penting dalam relooking adalah mengubah image, bukan hanya relooking penampilan, seperti ganti dandanan rambut, ganti model baju saja, tetapi juga relooking kelakuan, bersikap dengan pria, kemampuan mendengarkan, ini faktor yang penting. Relooking dapat dilakukan dengan bantuan seorang ahli atau beberapa ahli di bidangnya, seorang teman, atau analisis pribadi sendiri. Bagaimana me-relooking? Semua berawal dari kesan pertama. Seorang ahli akan melakukan tes image dan mencari tahu dan mendefinisikan tujuan, dan apa image yang ingin dibentuk di masa yang akan datang. Relooking ini mencakup penampilan, gaya memakai baju, tingkah laku, bertutur kata, beretiket, dan lain-|ain. Dengan reeloking kamu siap terjun mencari suami dengan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu dan dengan meminimalkan kegagalan yang telah dibuat. Untuk melakukan relooking, kamu bisa masuk ke kursus kecantikan atau kursus kepribadian.
Yang paling penting bukan mengubah secara radikal penampilanmu, tetapi menerima masukan dan nasihat seseorang yang memang ahli soal penampilan. Sesuatu yang penting dalam relooking adalah mengubah image, bukan hanya relooking penampilan, seperti ganti dandanan rambut, ganti model baju saja, tetapi juga relooking kelakuan, bersikap dengan pria, kemampuan mendengarkan, ini faktor yang penting. Relooking dapat dilakukan dengan bantuan seorang ahli atau beberapa ahli di bidangnya, seorang teman, atau analisis pribadi sendiri. Bagaimana me-relooking? Semua berawal dari kesan pertama. Seorang ahli akan melakukan tes image dan mencari tahu dan mendefinisikan tujuan, dan apa image yang ingin dibentuk di masa yang akan datang. Relooking ini mencakup penampilan, gaya memakai baju, tingkah laku, bertutur kata, beretiket, dan lain-|ain. Dengan reeloking kamu siap terjun mencari suami dengan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu dan dengan meminimalkan kegagalan yang telah dibuat. Untuk melakukan relooking, kamu bisa masuk ke kursus kecantikan atau kursus kepribadian.